Senin, 30 April 2012

Pembelahan sel secara mitosis


Pembelahan Sel

   A.  Pembelahan mitosis
Melalui peristiwa pembelahan sel akan dihasilkan berbagai sifat makhluk
hidup yang sesuai dengan induknya sehingga beberapa sifat makhluk hidup
akan dapat dipertahankan oleh keturunannya. Melalui peristiwa ini pula
makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang, sehingga bertambah jumlah
dan ukurannya. Banyak sifat-sifat unggul dari tumbuhan dan hewan di
Indonesia yang diwariskan dari induk kepada keturunannya, misalnya
buah-buahan seperti mangga, durian, pisang, dan beberapa hewan seperti
ayam, sapi, dan lain-lain. Semua itu dapat melengkapi kebutuhan kita. Oleh
sebab itulah sudah semestinya jika kita harus selalu bersyukur kepada Tuhan
Yang Maha Esa, dengan selalu menjaga kelestarian semua makhluk hidup
ciptaan-Nya. Dalam bidang genetika, pembelahan mitosis merupakan proses yang menghasilkan dua sel anak yang identik. Pembelahan mitosis terjadi secara tidak langsung karena melalui tahap-tahap fase pembelahan, atau dikatakansebagai pembelahan secara tidak langsung yang melibatkan benang-benanggelendong untuk mengatur tingkah laku kromosom.
Pembelahan mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama
melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut-turut. Pembelahan
ini diawali dengan pembelahan inti (kariokinesis) dan dilanjutkan dengan
pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Pembelahan mitosis disebut juga
pembelahan biasa yang memiliki ciri-ciri antara lain:

1. pembelahan berlangsung satu kali;
2. jumlah sel anak yang dihasilkan adalah dua buah;
3. jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom pada
    induknya, yaitu 2n (diploid);
4. sifat sel anak sama dengan sifat pada induknya;
5. terjadi pada sel tubuh (sel somatik) misalnya pada jaringan embrional
    antara lain ujung akar, ujung batang, lingkaran kambium;
6. tujuan pembelahan mitosis adalah untuk memperbanyak sel-sel seperti
    pertumbuhan atau perbaikan sel yang rusak;
7. melewati tahapan pembelahan yaitu interfase, profase, metafase, anafase,
    dan telofase, namun secara umum tahap-tahap tersebut akan kembali
    ke tahap semula sehingga membentuk suatu siklus sel.

Mengapa pembelahan sel ini harus melalui berbagai tahapan tertentu?
Hal ini disebabkan agar sel anakan benar-benar menerima informasi genetik
yang sama persis dengan induknya, sehingga tidak akan terjadi kelainan
pada sel-sel anakan.



Siklus sel meliputi fase-fase berikut.

1.   Fase interfase
Fase interfase disebut juga fase istirahat karena tidak menampakkan
tanda-tanda pembelahan. Pada fase ini terjadi peristiwa pertumbuhan dan
pengumpulan energi yang besar untuk persiapan pembelahan sel. Proses
interfase memerlukan waktu yang paling lama. Interfase dapat dibedakan
menjadi tiga, antara lain:

a. fase pertumbuhan primer;
b. fase sintesis, pada fase ini terjadi sintesa DNA dan organel sel;
c. fase pertumbuhan sekunder;

Selama interfase, kromosom tidak kelihatan karena benang-benang
kromatin tidak berpilin. Interaksi antara DNA, RNA, dan protein terjadi
selama tahap-tahap tertentu dari interfase.

2.   Fase Mitotik
Fase mitotik merupakan fase terjadinya replikasi kromosom. Fase ini
meliputi, tahap-tahap berikut

a.     profase
Tahap profase pada mitosis akan terjadi proses-proses sebagai berikut.
1) Kromosom mengerut dan menjadi tebal. Pemendekan ini terjadi akibat
    berpilinnya kromosom.
2) Terlihat dua sister kromatid dan kromosom tampak rangkap dua. Kromatid-
    kromatid dihubungkan oleh sentromer.
3) Nukleolus menjadi kabur dan hilang pada akhir profase.
4) Selaput inti mulai menghilang.
5) Benang gelendong mulai terbentuk.
6) Kromosom mulai bergerak ke tengah atau ekuator dari sel.

b.    Metafase
Pada tahap metafase ini terjadi proses-proses berikut.
1) Benang-benang gelendong menjadi jelas pada permulaan metafase dan
    teratur seperti kumparan. Benang-benang ini terdiri atas serabut protein
    halus yang terbuat dari mikrotubule yang sangat kecil. Pada banyak
    hewan dan tanaman tingkat rendah, benang gelendong ini dibentuk
    dalam hubungannya dengan sentriol (badan yang menandai kutub dari
    mekanisme benang gelendong). Benang gelendong ini penting untuk
    penyebaran kromosom secara teratur.
2) Masing-masing kromosom terletak berbaris pada bidang ekuator.
    Sentromer melekat pada benang gelendong. Beberapa benang gelendong
    mencapai kutub tanpa melekat pada sentromer.
3) Sentromer membelah dan masing-masing kromatid menjadi kromosom
    tunggal.

c.   Anafase
   Tahap anafase pada pembelahan mitosis terjadi proses-proses berikut.
1) Dua sister kromatid (kromosom) bergerak ke arah kutub yang berlawanan.
    Sentromernya tertarik karena kontraksi dari benang gelendong,
    selain itu mungkin ada gaya tolak menolak dari pembelahan sentromer
    itu.
2) Terjadi penyebaran kromosom dan DNA yang seragam di dalam sel.
3) Pada akhir anafase sekat sel mulai terbentuk dekat bidang ekuator.
    Tahap anafase ini merupakan fase yang terpendek dari fase-fase mitotik.
d.   Telofase

1 komentar:

animasi bergerak naruto dan onepiece
My Widget